NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Helmi Pudaaslikar membuka secara resmi Sidang Tahunan Musyawarah Pelayanan Kaltara Berkat di lingkungan jemaat GPIB se – Kaltara dan Kabupaten Berau. Acara tersebut digelar di Gedung Gereja GPIB “SION” Nunukan, Jumat (10/03).
Tampak turut hadir Kemenag Kabupaten Nunukan dalam hal ini diwakili Dikson selaku Pembimas Kristen, Ketua BAMAG Kabupaten Nunukan Yance Tambaru, Ketua 1 BP Mupel Pdt. Retno Siahaan-Sumaredi serta pengurus dan segenap jemaat GPIB “SION” Nunukan.
Setiap tahunnya dibulan maret GPIB selalu mempersiapkan program untuk menyusun satu tahun kedepan. Hal itu dimulai dari per 1 April 2023 sampai 31 Maret 2024.
Dengan membawa tema “Memberdayakan warga gereja secara intergenerasional guna merawat jejaring sosial dan ekologis di konteks budaya digital (Kolose 3:12-17)”, yang artinya jemaat harus memelihara budaya yang telah ada dan menolak budaya luar yang dapat melupakan budaya dan kebiasaan yang ada di gereja sehingga dari sekarang GPIB memelihara anak-anak, remaja, pemuda serta orang tua untuk selalu bersama-sama memelihara iman.
Dalam sambutan Bupati Laura yang disampaikan oleh Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Helmi Pudaaslikar mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan Sidang Tahunan Musyawarah Pelayanan Kaltara – Berkat di lingkungan jemaat GPIB se-Kaltara dan Kabupaten Berau.
“Saya percaya bapak dan ibu semua, para pendeta dan majelis gereja di bawah naungan GPIB, khususnya di wilayah Kalimantan Utara dan Berau memiliki komitmen yang teguh serta integritas yang tinggi dalam pelayanan kepada jemaat seperti layaknya Timotius dan juga Rasul Paulus. Oleh karenanya saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan dalam tugas penggembalaan kepada jemaat, khususnya masyarakat di Kabupaten Nunukan”, tutur Laura.
Dalam kesempatan itu, Bupati Laura turut mengajak jemaat, terkhusus kepada segenap peserta sidang tahunan masyawarah tahunan Kaltara berkat untuk untuk bisa selaras setujuan dalam membangun mental spiritual masyarakat menuju ke arah yang lebih baik sebagai modal utama dalam pembangunan.
“Saya berharap kiranya pelaksanaan sidang tahun musyawarah pelayanan ini bisa melahirkan program kerja dan kegiatan pelayanan GPIB di wilayah Kaltara dan Berau yang semakin berkualitas serta dirasakan manfaatnya bagi pertumbuhan iman seluruh jemaat. Lebih jauh lagi saya berharap kiranya program dan kegiatan yang digagas yang kemudian diputuskan bisa selaras dengan segenap upaya yang dilakukan pemerintah untuk membina masyarakat, sudah saatnya kini gereja bisa dirasakan kehadirannya di tengah masyarakat luas, menjadi berkat dan menjadi suratan yang terbuka di tengah kehidupan dunia ini”, tutupnya.
Pada kesempatan yang sama Pdt. Retno Siahaan-Sumaredi selaku Ketua 1 BP Mupel mengatakan bahwa di tengah jejaring sosial yang begitu banyak tantangan dan rintangan saat ini yang dapat mengakses segala sesuatu dengan sangat cepat dan merubah sehingga kehidupan sebagai orang percaya perlu dipelihara melalui kegiatan mupel tersebut.
“Akan banyak hal yang akan dilakukan GPIB ke depan dalam rangka untuk merawat lingkungan disekitar kita. Secara khusus kami sangat berharap melalui program ini kami menjadi berkat tidak hanya di Nunukan tapi se-Kaltara”, tutur Pdt. Retno.
(PROKOMPIM)