Pj. Sekda Nunukan Lantik Tiga Pejabat Secara Luring dan Daring, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN

NUNUKAN — Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.AP, atas nama Bupati Nunukan melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Pelantikan ini, dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui Zoom Meeting (daring) dan secara luring di ruang kerja Pj. Sekda lantai 3 Kantor Bupati Nunukan, Selasa (14/4/2026)

Pelantikan tersebut mencakup jabatan administrator, jabatan pengawas, serta jabatan fungsional. Prosesi berlangsung khidmat dengan diikuti para pejabat yang dilantik, baik secara langsung maupun virtual.

Adapun pejabat yang dilantik adalah Muhammad Junaidi SIP sebagai Sekretaris Kecamatan Sembakung Atulai, Yosef Bilung SH sebagai Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kec.Krayan Selatan serta Fadli Saad SIP sebagai perencana ahli muda.

Dalam sambutan tertulis Bupati Nunukan yang dibacakan Pj. Sekda Bupati mengingatkan, pelantikan dan mutasi jabatan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan karier ASN.

“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan selamat. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, dan bimbingan bagi Bapak–Ibu dalam mengemban tugas dan tanggung jawab ini,” katanya.

Menurutnya, promosi dan pergeseran jabatan merupakan hal yang wajar dalam birokrasi pemerintahan dan telah melalui berbagai pertimbangan yang matang.

“ASN diharapkan dapat memaknai mutasi sebagai bagian dari tour of duty atau penugasan pimpinan untuk memperkaya pengalaman serta meningkatkan kapasitas birokrasi,” harapnya.

Menurut Bupati, jabatan yang diemban memiliki konsekuensi pertanggungjawaban tidak hanya kepada pimpinan dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, para pejabat yang dilantik diminta untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, integritas, keikhlasan, dan loyalitas.

Selain itu, Bupati menegaskan agar pejabat yang dilantik, untuk memahami regulasi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi masing-masing, serta mampu bekerja dalam tim yang solid dan saling melengkapi.

“Kekompakan dan sinergi antarsektor dinilai menjadi kunci agar roda pemerintahan dapat berjalan optimal dan memberikan hasil maksimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Penandatanganan berita acara pelantikan turut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, yang disaksikan Asisten Administrasi Umum, Sirajuddin, S. Sos , Kaharudin, S.S (Kepala Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia),

Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat kinerja organisasi perangkat Daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Nunukan.

(PROKOMPIM)

Pansus DPRD Kaltara Monitoring Dan Evaluasi LKPJ Gubernur Kaltara T. A 2025

TANJUNG SELOR – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Provinsi Kalimantan Utara melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap sejumlah kegiatan pembangunan Tahun Anggaran 2025 di wilayah Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah yang dilaporkan dalam LKPJ Gubernur.

Monitoring dilakukan oleh anggota Pansus LKPJ, yakni Alimuddin, ST., H. Hamka, S.IP., dan Herman, S.Pi, dengan meninjau langsung berbagai proyek strategis yang tengah berjalan.

Agenda diawali dengan monitoring pembangunan jalan di kawasan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Peninjauan ini bertujuan memastikan kualitas pekerjaan serta progres pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas kelembagaan berjalan sesuai dengan perencanaan.

Selanjutnya, Pansus meninjau kegiatan pematangan lahan untuk pembangunan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalimantan Utara. Dalam kesempatan tersebut, anggota Pansus menekankan pentingnya kesiapan lahan sebagai tahap awal yang menentukan keberlanjutan pembangunan fisik.

(Humas DPRD Kaltara)

DPRD Kaltara Gelar RDP Menyikapi Isu Kriminalitas di Wilayah Kaltara

TANJUNG SELOR– Menyikapi meningkatnya laporan tindak kriminalitas dengan kekerasan, atau ancaman serta gangguan keamanan dan ketertiban Masyarakat yang belakangan meresahkan masyarakat di Wilayah Provinsi Kalimantan Utara, Komisi I DPRD Prov. Kaltara menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak terkait pada hari Senin (13/04).
Rapat yang digelar di ruang Rapat Pimpinan DPRD Prov. Kaltara ini menghadirkan sejumlah unsur terkait, di antaranya Diskrimsus selaku perwakilan dari Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara, Perwakilan Polresta Bulungan, Kapolsek Sekatak, Perwakilan Kodim 0903/Bulungan, Perwakilan Danramil Sekatak 0903-14, serta Satpol PP Provinsi Kalimantan Utara.
Mengawali pertemuan, Ketua Komisi I DPRD Prov. Kaltara, Alimuddin, ST mengatakan bahwa rapat ini dilaksanakan sebagai Upaya koordinasi Bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban Masyarakat, khususnya wilayah Bulungan dan KTT. Stabilitas keamanan merupakan faktor utama dalam mendukung Pembangunan daerah, dan diharapkan melalui rapat ini dapat dirumuskan langkah konkret Bersama dan tidak terjadi pembiaran terhadap situasi yang berkembang.
“Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kami mendorong adanya langkah konkret dan sinergi lintas sektor untuk memastikan masyarakat merasa aman,” ujarnya.
Dalam Rapat Dengar Pendapat ini, tiga isu utama yang dibahas, yaitu maraknya aksi begal, sabung ayam dan peredaran narkoba. Isu begal yang berkembang di jalur Sekatak-Bengara dan Sekatak-Betayau menjadi perhatian khusus karena menimbulkan keresahan di Masyarakat.

(Humas DPRD Kaltara)

Wagub Usulkan Kuota Khusus Bintara bagi Anak Pedalaman

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E, M.Si., melakukan audiensi bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., di Mako Polda Kaltara, Selasa (14/4), guna mendorong adanya kebijakan kuota khusus bagi pemuda pedalaman dalam penerimaan Bintara Polri.

Audiensi ini juga menjadi ajang silaturahmi perdana Lembaga Adat Dayak Kenyah (LADK) Kalimantan Utara (KU) dengan Kapolda yang baru menjabat.

Wagub Ingkong menyampaikan selama ini belum ada pertemuan langsung dengan Kapolda, sehingga momentum ini dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi, khususnya terkait peluang generasi muda dari wilayah pedalaman.

“Ini silaturahmi pertama kami. Sekaligus menyampaikan harapan agar anak-anak pedalaman mendapat kesempatan,” kata Ingkong.

Ia menjelaskan keterbatasan fasilitas pendidikan di pedalaman membuat kualitas sumber daya manusia (SDM) berbeda dibandingkan daerah perkotaan. Hal ini berdampak pada rendahnya peluang mereka dalam seleksi yang bersifat umum.

“Kalau seleksinya sama, mereka sulit bersaing karena fasilitas pendidikan sangat terbatas,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengusulkan adanya kebijakan khusus berupa kuota bagi pemuda pedalaman dalam penerimaan Bintara Polri.

Menurutnya, jika diberi kesempatan, mereka tidak hanya mengabdi sebagai aparat, tetapi juga berkontribusi membangun daerah asal dan menjadi motivasi bagi generasi berikutnya.

Selain itu, LADK KU juga mendorong Polda Kaltara untuk melakukan pembinaan mental bagi pelajar di pedalaman melalui kunjungan langsung ke sekolah.

“Pembinaan ini penting agar mereka terhindar dari pergaulan negatif seperti narkoba dan kenakalan remaja,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Ingkong menyebutkan Kapolda Kaltara memberikan respon positif dan akan mempertimbangkan pembagian kuota secara adil, tidak hanya untuk masyarakat Dayak Kenyah tetapi juga kelompok adat lainnya.

“Nantinya akan diatur secara bijak dan adil,” ungkapnya.

Ia menegaskan LADK KU siap mendukung persiapan calon peserta, termasuk membantu aspek kesehatan agar memenuhi syarat seleksi.

Di akhir pertemuan, Ingkong turut menyinggung pentingnya pendekatan Restorative Justice dalam penyelesaian masalah hukum adat. Ia berharap sinergi antara kepolisian dan lembaga adat dapat terus diperkuat.

“Kalau kedua pihak sepakat, bisa dimediasi oleh lembaga adat tanpa harus ke pengadilan,” jelasnya.

Bagi Ingkong, langkah kecil ini bukan sekadar audiensi, tetapi jalan panjang untuk membuka peluang yang lebih adil bagi anak-anak pedalaman.

(dkisp)


Ingkong Ala Ajak K3 Jatim Perkuat Sinergi Bangun Kalimantan dari Perantauan

SURABAYA — Wakil Gubernur (wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, menghadiri pelantikan pengurus Kerukunan Keluarga Kalimantan (K3) Provinsi Jawa Timur (Jatim), yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal di Islamic Center Surabaya, Sabtu (11/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Ingkong menyampaikan apresiasi kepada pengurus K3 yang baru dilantik. Ia berharap organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya warga Kalimantan di perantauan.

“Harapan kita, wadah ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mampu berbuat banyak bersama pemerintah, baik dalam membangun, melestarikan, maupun mempromosikan budaya dan kesenian Kalimantan,” kata Ingkong Ala.

“Kalimantan merupakan miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang harus terus dijaga serta diperkenalkan secara luas hingga ke tingkat internasional,* sambung dia.

Menurut Ingkong, K3 memiliki peran strategis dalam memperkuat solidaritas warga Kalimantan di Jawa Timur sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan dan pelestarian budaya di perantauan.

“Ini menjadi bagian dari konsolidasi warga Kalimantan di Jawa Timur, sekaligus memperkuat peran strategis di perantauan,” ungkapnya..

Ia juga menekankan pentingnya kontribusi konkret K3, terutama dalam memfasilitasi kebutuhan anggota di sektor pendidikan dan layanan sosial.

“K3 harus memfasilitasi berbagai kegiatan, baik bagi mahasiswa S1, S2, hingga S3, maupun pendidikan vokasi melalui kursus dan pelatihan. Termasuk membantu masyarakat yang datang berobat sebagai pasien rujukan,” tegasnya.

Ingkong menambahkan, soliditas organisasi menjadi kunci agar K3 mampu berperan lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah asal, termasuk pembangunan Ibu Kota Negara.

“Pelantikan ini juga menjadi momentum konsolidasi K3 Jawa Timur memperkuat program kerja jangka panjang di bidang sosial, budaya, dan pendidikan, serta mempertegas peran organisasi sebagai jembatan antara daerah asal dan daerah perantauan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, keberadaan warga Kalimantan di Jawa Timur turut memperkaya keberagaman sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Keberadaan warga Kalimantan di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, menjadi bagian penting dalam memperkuat keberagaman sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” ujar Emil.

Selain itu, peran aktif komunitas perantau, termasuk Kerukunan Keluarga Kalimantan, menjadi salah satu kekuatan sosial dalam mendorong kolaborasi lintas daerah.

“Kami melihat komunitas seperti K3 ini bukan hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi yang memperkuat hubungan antardaerah serta mendukung pembangunan di Jawa Timur,” tutupnya.

(dkisp)