Ketua KI Kaltara Pastikan Informasi Penyimpangan Dana Reboisasi Hoaks dan Menyesatkan Publik

TANJUNG SELOR – Ketua Komisi Informasi (KI) Kalimantan Utara (Kaltara), Fajar Mentari, S.Pd., C.Med., Sp.AP. membantah pemberitaan yang menyebut adanya dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR) senilai Rp611,4 miliar di Kaltara. Menurutnya, informasi yang beredar tidak sesuai fakta karena menggunakan dasar hukum yang tidak tepat dan memuat data yang tidak akurat.

Fajar menjelaskan bahwa pengelolaan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi saat ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi, yang kemudian diperjelas melalui Surat Nomor S-36/PK/2026 tanggal 31 Maret 2026 tentang Pemberitahuan Sisa Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Reboisasi Sampai dengan Tahun 2025.

“Dasar aturannya saja sudah salah. Kemudian angkanya juga tidak sesuai. Dan semua persoalan tersebut sudah diselesaikan,” tegas Fajar kepada media.

Ia menilai masyarakat perlu memperoleh informasi yang utuh dan berimbang agar tidak terbentuk persepsi yang keliru terkait pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, insan pers di Kaltara memahami kondisi dan dinamika daerah sehingga mampu memilah informasi berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Pers lokal jauh lebih tahu persoalan di daerahnya, sehingga mereka lebih sadar mana yang pantas diliput dan mana yang hoaks. Dengan kata lain saya memastikan ini berita titipan ke media luar untuk menggiring opini. Ada unsur kesengajaan dengan maksud yang tidak baik, dan tujuan yang tidak sehat,” ungkap Fajar.

Fajar juga menduga munculnya kembali isu tersebut merupakan bagian dari upaya menggiring opini publik. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu merujuk pada sumber resmi.

“Saya memastikan informasi ini tidak benar. Ada upaya menggiring opini melalui media tertentu. Saya pastikan ini hoaks, ada konspirasi kebusukan terselubung dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Masyarakat harus cermat dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

Menurut Fajar, persoalan administrasi yang sempat menjadi perhatian telah ditindaklanjuti dan diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia berharap polemik ini tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan publik dan justru mengaburkan fakta yang sebenarnya.

“Hasil rekomendasi dari BPK kepada Pemprov Kaltara sudah jelas tidak ada unsur pidana, apalagi mengembalikan. Ini mempertegas bahwa berita titipan ke media luar tersebut adalah hoaks,” terang Fajar.

Pemberitaan yang dibantah sebelumnya dari salah satu media yang memberitakan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR) sebesar Rp611,4 miliar di Kaltara, dalam laporan tersebut disebutkan adanya dugaan penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukan atau tidak mengikuti prosedur yang ditetapkan pemerintah.

Media tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 216/PMK.07/2021 sebagai dasar argumentasi. Namun, menurut Fajar Mentari, rujukan tersebut tidak tepat karena ketentuan yang berlaku saat ini telah diatur dalam PMK Nomor 16 Tahun 2026, sehingga narasi yang dibangun dalam pemberitaan tersebut dinilai tidak sesuai dengan regulasi terbaru maupun kondisi faktual yang ada.

*

Perpisahan Kepala BI Kaltara, Wagub Apresiasi Kolaborasi Jaga Stabilitas Ekonomi

TARAKAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltara, Hasiando G. Manik, atas kontribusi dan kepemimpinannya dalam memperkuat stabilitas serta pembangunan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan perpisahan Kepala Perwakilan BI Kaltara bertajuk “Merajut Sinergi, Mengukir Legacy untuk Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah” di Kantor Perwakilan BI Kaltara Tarakan, Jumat (22/5).

Mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong menilai kehadiran Hasiando tidak hanya menjalankan fungsi BI sebagai otoritas moneter, tetapi juga membangun komunikasi dan kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara serta para pemangku kepentingan.

“Kehadiran beliau tidak hanya memperkuat fungsi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, tetapi juga menghadirkan sosok mitra yang terbuka, responsif, dan selalu membangun kolaborasi,” ujar Ingkong.

Menurutnya, berbagai program strategis berhasil dijalankan melalui sinergi yang kuat, mulai dari pengendalian inflasi daerah melalui TPID, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS, elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, hingga penguatan ekonomi dan keuangan syariah.

Ingkong menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, termasuk kontribusi kepemimpinan Hasiando selama bertugas di Kaltara.

“Legacy yang telah diukir bukan hanya dalam bentuk angka dan program, tetapi juga kepercayaan, jejaring, dan semangat kolaborasi yang terus kami jaga,” katanya.

Ia berharap sinergi antara Pemprov Kaltara dan BI terus diperkuat demi menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan daerah di masa mendatang.

“Tantangan ekonomi ke depan tidak ringan, tetapi dengan kebersamaan saya yakin Kaltara akan terus tumbuh dan stabil menuju kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

(dkisp)

BPIP RI Apresiasi Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 Berjalan Transparan dan Berintegritas

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026 mendapat apresiasi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia (RI) karena dinilai berlangsung profesional, transparan dan menjunjung tinggi integritas.

Apresiasi tersebut disampaikan Direktur Perencanaan, Standardisasi, dan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI, Elfrida Herawati Siregar, S.P., M.M., saat menghadiri penutupan seleksi Paskibraka Kaltara 2026 di Aula Lantai II Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan, Jumat (22/5).

Dalam kesempatan itu, Elfrida menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim seleksi dan panitia pelaksana yang telah bekerja maksimal selama tahapan seleksi berlangsung.

Elfrida menjelaskan bahwa proses seleksi di Kaltara telah dilaksanakan secara objektif dan menjadi langkah penting dalam melahirkan generasi muda yang memiliki semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.

“Kami melihat seluruh rangkaian seleksi di Provinsi Kalimantan Utara berjalan dengan baik, berintegritas dan transparan. Ini menjadi modal penting dalam melahirkan kader-kader Pancasila terbaik dari daerah,” kata Elfrida.

Ia menilai hasil seleksi yang diperoleh para peserta juga mencerminkan kualitas pembinaan generasi muda di masing-masing daerah.

Elfrida menegaskan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik yang memiliki potensi besar menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang.

“Semua yang mengikuti seleksi ini adalah calon pemimpin bangsa. Baik yang bertugas mengibarkan Sang Merah Putih di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, semuanya merupakan putra-putri terbaik daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia turut berpesan agar para peserta terus menjaga semangat, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka.

Menurutnya, semangat nasionalisme dan nilai-nilai Pancasila yang diperoleh selama proses seleksi perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Teruslah semangat menjalankan tugas mengibarkan bendera Merah Putih di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Jadilah teladan dan generasi muda yang membanggakan daerah serta bangsa Indonesia,” pungkasnya.

(dkisp)

Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 Ditutup, Enam Putra Putri Terbaik Lanjut ke Tingkat Nasional

TANJUNG SELOR – Enam putra-putri terbaik Kalimantan Utara (Kaltara) terpilih untuk melanjutkan perjuangan ke seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026, setelah melalui rangkaian seleksi ketat yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara selama lima hari.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kaltara, Jonilius, S.STP., menegaskan program Paskibraka saat ini tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik maupun baris-berbaris, tetapi menjadi proses kaderisasi generasi muda yang memiliki integritas dan jiwa kebangsaan.

“Paskibraka adalah program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan penuh integritas,” ujarnya saat penutupan seleksi di Aula Lantai II Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan, Jumat (22/5).

Ia menyampaikan apresiasi kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia (RI), tim seleksi, tim medis, panitia Kesbangpol, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan seleksi tahun ini.

Kepada peserta yang belum lolos, Jonilius meminta agar tetap semangat karena pengalaman selama mengikuti seleksi menjadi bekal penting untuk masa depan.

“Jalan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara masih sangat panjang dan terbuka lebar di berbagai bidang. Kalian tetap kader Pancasila kebanggaan Kesbangpol,” katanya.

Seleksi berlangsung selama lima hari sejak 18 hingga 22 Mei 2026 dan diikuti 45 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Kaltara. Tahapan seleksi meliputi Tes Pendidikan Ideologi Pancasila (PIP), Tes Inteligensia Umum (TIU), kesehatan, parade, kesamaptaan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga tes kepribadian dan psikologi.

Dari hasil akhir seleksi, ditetapkan tiga pasang calon Paskibraka yang akan mengikuti seleksi tingkat pusat. Untuk kategori putra yakni Junedi dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sebuku, Khenjiro Gheisan Pratama dari SMA Negeri 1 Tarakan, dan Muhammad Zainal Ihsan dari SMA Hang Tuah Tarakan.

Sementara kategori putri terdiri dari Desy Natalia dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bulungan, Aurelia Alvini dari SMA Hang Tuah Tarakan, dan Jessica Olivia dari SMA Negeri 1 Tanjung Selor yang akan mewakili Kaltara pada seleksi calon Paskibraka tingkat nasional tahun 2026.

(dkisp)


Wagub Apresiasi Terbentuknya APRI Kaltara, Dorong Peran Memancing dalam Pariwisata dan Ekonomi Daerah

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri Deklarasi Pendirian sekaligus Pelantikan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) Kaltara serta Dewan Pengurus Kabupaten/Kota (DPK) APRI Bulungan, Malinau dan Tarakan di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (22/5).

Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan APRI di Kaltara yang dinilai menjadi langkah awal menghimpun para penghobi dan pelaku olahraga memancing agar lebih terarah, terorganisir dan produktif.

Menurutnya, kehadiran APRI bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga memiliki potensi besar mendukung pembangunan daerah melalui sektor olahraga rekreasi, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pelestarian sumber daya alam.

“Organisasi ini lahir dari semangat kebersamaan untuk menyatukan para penghobi dan pelaku kegiatan memancing. Saya berharap APRI mampu mendorong sportivitas, menjaga kelestarian lingkungan perairan, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” kata Ingkong.

Ia menilai potensi sungai dan wilayah pesisir di Kaltara dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata minat khusus yang berkelanjutan dengan dukungan komunitas dan organisasi seperti APRI.

Kepada pengurus yang baru dilantik, Ingkong berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membangun organisasi yang solid, profesional, terbuka dan mampu merangkul seluruh komunitas.

“Jadikan APRI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Selain pelantikan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan Benuanta Fishing Tournament 01 Kaltara Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung esok hari.

Ingkong berharap pada turnamen perdana tersebut dapat berjalan sukses dan menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus memperkenalkan potensi daerah.

“Mari jadikan turnamen ini bukan sekadar perlombaan, tetapi ajang promosi daerah yang berdampak positif bagi UMKM serta meningkatkan kesadaran menjaga ekosistem perairan,” pungkasnya.

(dkisp)