Jalan Rusak Hambat Ibadah Hingga Distribusi Air, Wabub Hermanus Tampung Keluhan Warga

NUNUKAN – Masalah akses jalan rusak yang sudah berlarut-larut kembali menjadi sorotan dalam pertemuan Coffee Morning Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan, yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Hermanus, S.Sos. Kepala Badan Perencanaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Kesbangpol, serta perangkat dinas terkait, Senin (11/5/2026).

Melalui pendapat yang disampaikan Pendeta Nika selaku perwakilan tokoh agama dan masyarakat, keluhan ini disampaikan secara tegas agar mendapatkan perhatian dan tindak lanjut nyata.

Pendeta Nika menyampaikan, warga di wilayah RT 15, RT 23 (Persemaian), hingga Kampung Tator (RT 16, 17, 19) sudah berulang kali mengadukan kondisi jalan yang rusak parah, berbatu tajam, dan bergelombang. Masalah ini bahkan sudah disampaikan sejak masa kampanye, namun hingga kini belum ada perbaikan tuntas.

“Jalan ini sudah berkali-kali kami adukan, bahkan ke Bupati dan Dinas PU. Saya sendiri baru ganti ban kendaraan sebulan lalu, langsung robek lewat jalan itu. Sampai saya kirim foto ke Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E. tanya kapan diperbaiki? Kami kehabisan biaya ganti ban dan tambal terus-menerus,” ungkapnya di hadapan Wakil Bupati Hermanus, S.Sos.

Kondisi jalan yang buruk tidak hanya menyulitkan ibadah umat beragama,di mana terdapat beberapa gereja di wilayah tersebut — tetapi juga menghambat pelayanan fasilitas vital, seperti Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM. Kendaraan pengangkut bahan penjernih air kesulitan lewat, yang berisiko mengganggu pasokan air bersih ke rumah warga. Selain itu, ada SD Negeri 10, PAUD, dan jalur distribusi hasil tani warga yang terhambat karena akses tidak layak.

“Pagi ini saja rantai motor saya putus karena jalan bergelombang seperti naik kuda. Kami sudah buat proposal, ikuti semua aturan, kirim koordinat lokasi ke PU, tapi tidak ada jawaban. Kami minta jangan sekadar angin segar, tapi ada tindakan nyata,” tegasnya Pendeta Nika

Selain jalan rusak, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan. Beberapa lampu Penerangan mati tersambar petir sejak lama belum diperbaiki, meski sudah dilaporkan berkali-kali. Pendeta Nika bahkan rela menyediakan aliran listrik dari gereja jika dinas terkait bersedia memasang lampu baru demi keamanan dan kenyamanan seluruh warga yang lewat.

Sebagai warga yang juga wajib pajak, ia berharap kontribusi masyarakat lewat pajak kendaraan dan daerah bisa kembali bermanfaat lewat perbaikan fasilitas umum.

“Saya bayar pajak kendaraan hampir Rp3 juta setahun. Kami ikut membangun daerah, mohon fasilitas kami juga diperhatikan. Kami berbicara ini mewakili suara masyarakat yang mungkin belum tersampaikan,”ujarnya.

Pemerintah daerah melalui Wakil Bupati Hermanus, S.Sos. menyatakan telah mendengarkan seluruh masukan dan keluhan tersebut, dan akan menindaklanjutinya dengan berkoordinasi bersama Dinas PU dan instansi terkait guna mencari solusi terbaik demi kenyamanan dan keamanan warga Nunukan.

(Padli/Timredaksi)

Wabup Hermanus: Kopi Morning FKUB Jadi Instrumen Jaga Stabilitas Perbatasan dan Kerukunan Wilayah

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus,S.Sos menegaskan kegiatan Kopi Morning yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama pemerintah daerah menjadi sarana strategis menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Bupati Nunukan, Senin (11/5/2026) pagi itu disebut sebagai instrumen mitigasi sekaligus deteksi dini berbagai isu di masyarakat, utamanya terkait kerukunan antarumat beragama.

Menurut Hermanus, toleransi dan keharmonisan adalah prioritas utama agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan berjalan lancar, aman, dan damai.

“Sinergi antara pemerintah dan FKUB menjadi kunci agar Nunukan bebas dari persoalan besar dan tetap harmonis,” ujarnya.

Secara khusus, Wabup mengimbau masyarakat wilayah perbatasan, terutama warga Kecamatan Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia, untuk senantiasa waspada dan menjaga kebersamaan.

“Warga diminta membentengi diri dari potensi kerawanan yang bisa memicu ketidakstabilan, serta tidak melakukan tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat rasa kekeluargaan agar Nunukan sebagai daerah perbatasan tetap kondusif.

(Padli/Nn)

Gudang Rokok di Nunukan Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

NUNUKAN – Ruko 2 lantai yang dijadikan gudang rokok di Jalan TVRI RT 002, Nunukan, Kalimantan Utara, terbakar Sabtu (9/5/2026) malam. Bangunan berukuran 4 x 20 meter itu ludes dilalap api.

Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nunukan, Wahyudi Kawariyin, menyebut laporan diterima pukul 21.30 WITA. Karena berada di kawasan padat, Damkar langsung menurunkan 8 unit armada: 6 dari Mako Utama dan 2 dari Sektor Tanah Merah.

“Petugas langsung mengisolir api agar tidak merambat. Pemadaman sekitar 30 menit, dilanjutkan pendinginan 1,5 jam untuk memastikan api benar-benar padam,” kata Wahyudi, Minggu (10/5/2026).

Ruko milik warga bernama Awie itu disewakan ke distributor rokok, PT Primantara Indah Makmur.

Karyawan gudang, Saiful Amin (37), melihat percikan api dari deretan kayu dekat lampu saat hendak buang sampah plastik sebelum pulang. Ia sempat menyiram air, namun api tak padam.

Saiful naik ke lantai dua ambil APAR tapi tak bisa menggunakannya. Ia lalu minta bantuan penjaga Toko Villa Parfum di sebelahnya. Dua tabung APAR habis disemprotkan, tapi api keburu membesar dan asap tebal memenuhi ruko. Keduanya lalu hubungi Damkar.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa. Kerugian materi masih dihitung.

Akibat kejadian tersebut, Dua petugas Damkar, Mustari dan Frengky Toding, nyaris pingsan akibat asap pekat dari tumpukan rokok yang terbakar. Meski pakai masker, keduanya sesak napas dan dievakuasi.

Petugas PMI yang siaga langsung memberi pertolongan.

“Setelah dirawat, kondisi keduanya berangsur membaik dan sudah pulih,” Tutup Wahyudi

(Nn/*)

Panen Jagung di Desa Lapri, Polsek Sebatik Timur Dukung Ketahanan Pangan Nasional

SEBATIK TIMUR – Personel Polsek Sebatik Timur melaksanakan kegiatan panen jagung ketahanan pangan Kuartal II Tahun 2026 di lahan hibah Desa Lapri, Jalan Tagala RT 02, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Sabtu (09/05/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional tahun 2026 sekaligus bentuk sinergitas antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sebatik Utara Andi Calo, S.E., M.Ap., Ipda Hengki mewakili Kapolsek Sebatik Timur, Kepala Desa Lapri Syamsul Rijal, Ketua BUMDes Lapri Muhammad Afis, para Ketua RT, Linmas, serta personel Polsek Sebatik Timur.

Panen jagung dilaksanakan di atas lahan seluas 1 hektar dengan hasil panen sebanyak 15 karung jagung. Hasil panen selanjutnya dibawa ke gudang padi Desa Lapri sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan desa.

Kapolsek Sebatik Timur AKP Jounanda Wibowo Kusno, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Panen jagung ini merupakan wujud kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional demi terciptanya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

(*)

Nunukan Terpilih Jadi Tuan Rumah Puncak HUT ke-26 Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan

NUNUKAN – Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi lokasi terpilih sebagai tempat pelaksanaan puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 organisasi Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT), yang di laksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Dwikora Nunukan,Sabtu (9/5/2026). Pemilihan daerah ini disambut dengan rasa bangga dan apresiasi tinggi dari seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah daerah setempat.

Dalam sambutan yang disampaikan pada acara peringatan tersebut, Rian selaku perwakilan dari kalangan mantan anggota wilayah Timur dan Kalimantan Utara menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang mendalam.

“Yang pertama, saya ingin menyampaikan selamat hari ulang tahun yang ke-26 untuk LPADKT. Kami dari mantan anggota wilayah Timur dan Kalimantan Utara berharap, di usia ke-26 ini organisasi semakin sukses, semakin jaya, dan terus bertumbuh besar,” ujarnya.

Selain ucapan selamat, pesan utama yang disampaikan adalah menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi dasar berdirinya organisasi tersebut.

“Saya berpesan, di usia ke-26 ini LPADKT senantiasa menjaga nilai-nilai luhur kita. Di tanah Kalimantan ini, semoga kita selalu kompak, tetap solid, dan terus bersatu dalam setiap langkah yang diambil,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Nunukan Irwan Sabri, S.E. menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan menjadikan daerahnya sebagai tuan rumah kegiatan besar ini.

“Pemilihan Kabupaten Nunukan sebagai tempat puncak acara peringatan HUT LPADKT ke-26 ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat besar bagi kami masyarakat Nunukan. Saya mewakili seluruh masyarakat daerah ini, mengucapkan terima kasih banyak kepada Ketua Umum Bapak Afendi Meru beserta jajaran pimpinan pusat yang telah memilih Nunukan,” ungkapnya.

Dijelaskan pula oleh perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LPADKT Kabupaten Nunukan, bahwa momen ini menjadi kebanggaan tersendiri. Pasalnya, dari total 16 cabang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan, Nunukanlah yang ditunjuk sebagai pusat kegiatan, padahal secara bersamaan seluruh cabang juga mengadakan perayaan di daerah masing-masing.

“Menjadi kebanggaan besar bagi kami DPC Nunukan terpilih menjadi lokasi utama acara ini. Padahal ada banyak cabang lain yang jauh lebih besar. Hal ini tidak lepas dari hubungan baik yang telah dibangun sejak lama antara Pemerintah Kabupaten Nunukan, khususnya Bupati, dengan Dewan Pimpinan Pusat LPADKT,” jelasnya.

Salah satu alasan kuat pemilihan Nunukan juga dikarenakan latar belakang Ketua Umum LPADKT saat ini, Bapak Afendi Meru, yang merupakan putra daerah asli dari Kecamatan Krayan, tepatnya dari Desa Long Midang. Kedekatan personal dan kerja sama yang erat antara pimpinan organisasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci utama terpilihnya Nunukan.

“Pak Ketum berasal dari sini, dan Bupati Nunukan sudah jauh-jauh hari menjalin komunikasi serta kerja sama yang baik. Itulah alasan utama kenapa Nunukan dipercaya menjadi tempat perayaan ini,” tambahnya.

Lebih jauh ditegaskan, keberadaan LPADKT adalah sebagai mitra strategis bagi pemerintah daerah. Arahan dari pimpinan pusat menegaskan komitmen organisasi untuk mendukung program-program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Pidato dan arahan Ketua Umum menegaskan bahwa kita harus menjadi mitra pemerintah, mitra berbagi, serta mitra pendorong kemajuan jika program yang dijalankan bersifat populis dan bermanfaat. Kami siap menjadi mitra bagi siapa saja pemerintahan yang berkuasa, asalkan tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat,” tutup pernyataan tersebut.

Acara peringatan HUT ke-26 LPADKT di Kabupaten Nunukan berlangsung dengan penuh kekompakan, semangat persaudaraan, dan dihadiri oleh ribuan anggota dari berbagai wilayah.

(Padli/Timredaksi)