Perpisahan Kepala BI Kaltara, Wagub Apresiasi Kolaborasi Jaga Stabilitas Ekonomi

TARAKAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltara, Hasiando G. Manik, atas kontribusi dan kepemimpinannya dalam memperkuat stabilitas serta pembangunan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan perpisahan Kepala Perwakilan BI Kaltara bertajuk “Merajut Sinergi, Mengukir Legacy untuk Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah” di Kantor Perwakilan BI Kaltara Tarakan, Jumat (22/5).

Mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong menilai kehadiran Hasiando tidak hanya menjalankan fungsi BI sebagai otoritas moneter, tetapi juga membangun komunikasi dan kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara serta para pemangku kepentingan.

“Kehadiran beliau tidak hanya memperkuat fungsi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, tetapi juga menghadirkan sosok mitra yang terbuka, responsif, dan selalu membangun kolaborasi,” ujar Ingkong.

Menurutnya, berbagai program strategis berhasil dijalankan melalui sinergi yang kuat, mulai dari pengendalian inflasi daerah melalui TPID, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS, elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, hingga penguatan ekonomi dan keuangan syariah.

Ingkong menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, termasuk kontribusi kepemimpinan Hasiando selama bertugas di Kaltara.

“Legacy yang telah diukir bukan hanya dalam bentuk angka dan program, tetapi juga kepercayaan, jejaring, dan semangat kolaborasi yang terus kami jaga,” katanya.

Ia berharap sinergi antara Pemprov Kaltara dan BI terus diperkuat demi menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan daerah di masa mendatang.

“Tantangan ekonomi ke depan tidak ringan, tetapi dengan kebersamaan saya yakin Kaltara akan terus tumbuh dan stabil menuju kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

(dkisp)

BPIP RI Apresiasi Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 Berjalan Transparan dan Berintegritas

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026 mendapat apresiasi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia (RI) karena dinilai berlangsung profesional, transparan dan menjunjung tinggi integritas.

Apresiasi tersebut disampaikan Direktur Perencanaan, Standardisasi, dan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI, Elfrida Herawati Siregar, S.P., M.M., saat menghadiri penutupan seleksi Paskibraka Kaltara 2026 di Aula Lantai II Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan, Jumat (22/5).

Dalam kesempatan itu, Elfrida menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim seleksi dan panitia pelaksana yang telah bekerja maksimal selama tahapan seleksi berlangsung.

Elfrida menjelaskan bahwa proses seleksi di Kaltara telah dilaksanakan secara objektif dan menjadi langkah penting dalam melahirkan generasi muda yang memiliki semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.

“Kami melihat seluruh rangkaian seleksi di Provinsi Kalimantan Utara berjalan dengan baik, berintegritas dan transparan. Ini menjadi modal penting dalam melahirkan kader-kader Pancasila terbaik dari daerah,” kata Elfrida.

Ia menilai hasil seleksi yang diperoleh para peserta juga mencerminkan kualitas pembinaan generasi muda di masing-masing daerah.

Elfrida menegaskan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik yang memiliki potensi besar menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang.

“Semua yang mengikuti seleksi ini adalah calon pemimpin bangsa. Baik yang bertugas mengibarkan Sang Merah Putih di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, semuanya merupakan putra-putri terbaik daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia turut berpesan agar para peserta terus menjaga semangat, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka.

Menurutnya, semangat nasionalisme dan nilai-nilai Pancasila yang diperoleh selama proses seleksi perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Teruslah semangat menjalankan tugas mengibarkan bendera Merah Putih di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Jadilah teladan dan generasi muda yang membanggakan daerah serta bangsa Indonesia,” pungkasnya.

(dkisp)

Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 Ditutup, Enam Putra Putri Terbaik Lanjut ke Tingkat Nasional

TANJUNG SELOR – Enam putra-putri terbaik Kalimantan Utara (Kaltara) terpilih untuk melanjutkan perjuangan ke seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026, setelah melalui rangkaian seleksi ketat yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara selama lima hari.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kaltara, Jonilius, S.STP., menegaskan program Paskibraka saat ini tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik maupun baris-berbaris, tetapi menjadi proses kaderisasi generasi muda yang memiliki integritas dan jiwa kebangsaan.

“Paskibraka adalah program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan penuh integritas,” ujarnya saat penutupan seleksi di Aula Lantai II Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan, Jumat (22/5).

Ia menyampaikan apresiasi kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia (RI), tim seleksi, tim medis, panitia Kesbangpol, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan seleksi tahun ini.

Kepada peserta yang belum lolos, Jonilius meminta agar tetap semangat karena pengalaman selama mengikuti seleksi menjadi bekal penting untuk masa depan.

“Jalan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara masih sangat panjang dan terbuka lebar di berbagai bidang. Kalian tetap kader Pancasila kebanggaan Kesbangpol,” katanya.

Seleksi berlangsung selama lima hari sejak 18 hingga 22 Mei 2026 dan diikuti 45 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Kaltara. Tahapan seleksi meliputi Tes Pendidikan Ideologi Pancasila (PIP), Tes Inteligensia Umum (TIU), kesehatan, parade, kesamaptaan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga tes kepribadian dan psikologi.

Dari hasil akhir seleksi, ditetapkan tiga pasang calon Paskibraka yang akan mengikuti seleksi tingkat pusat. Untuk kategori putra yakni Junedi dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sebuku, Khenjiro Gheisan Pratama dari SMA Negeri 1 Tarakan, dan Muhammad Zainal Ihsan dari SMA Hang Tuah Tarakan.

Sementara kategori putri terdiri dari Desy Natalia dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bulungan, Aurelia Alvini dari SMA Hang Tuah Tarakan, dan Jessica Olivia dari SMA Negeri 1 Tanjung Selor yang akan mewakili Kaltara pada seleksi calon Paskibraka tingkat nasional tahun 2026.

(dkisp)


Wagub Apresiasi Terbentuknya APRI Kaltara, Dorong Peran Memancing dalam Pariwisata dan Ekonomi Daerah

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri Deklarasi Pendirian sekaligus Pelantikan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) Kaltara serta Dewan Pengurus Kabupaten/Kota (DPK) APRI Bulungan, Malinau dan Tarakan di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (22/5).

Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan APRI di Kaltara yang dinilai menjadi langkah awal menghimpun para penghobi dan pelaku olahraga memancing agar lebih terarah, terorganisir dan produktif.

Menurutnya, kehadiran APRI bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga memiliki potensi besar mendukung pembangunan daerah melalui sektor olahraga rekreasi, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pelestarian sumber daya alam.

“Organisasi ini lahir dari semangat kebersamaan untuk menyatukan para penghobi dan pelaku kegiatan memancing. Saya berharap APRI mampu mendorong sportivitas, menjaga kelestarian lingkungan perairan, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” kata Ingkong.

Ia menilai potensi sungai dan wilayah pesisir di Kaltara dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata minat khusus yang berkelanjutan dengan dukungan komunitas dan organisasi seperti APRI.

Kepada pengurus yang baru dilantik, Ingkong berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membangun organisasi yang solid, profesional, terbuka dan mampu merangkul seluruh komunitas.

“Jadikan APRI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Selain pelantikan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan Benuanta Fishing Tournament 01 Kaltara Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung esok hari.

Ingkong berharap pada turnamen perdana tersebut dapat berjalan sukses dan menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus memperkenalkan potensi daerah.

“Mari jadikan turnamen ini bukan sekadar perlombaan, tetapi ajang promosi daerah yang berdampak positif bagi UMKM serta meningkatkan kesadaran menjaga ekosistem perairan,” pungkasnya.

(dkisp)


Pansus IV DPRD Kaltara Matangkan Ranperda Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi

TARAKAN – Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi sebagai upaya memperkuat budaya baca dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Utara.

Rapat kerja yang berlangsung di Kantor Badan Penghubung Provinsi Kaltara, Kamis (21/5/26), dipimpin Ketua Pansus IV DPRD Kaltara, Dr. H. Syamsuddin Arfah, bersama Anggota Pansus, OPD terkait, Tenaga Ahli, Pegiat Literasi, dan Tim INOVASI Kaltara.

Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan pasal-pasal Ranperda agar selaras dengan regulasi nasional serta tetap mengakomodasi kebutuhan daerah dalam pengembangan budaya literasi.

Syamsuddin Arfah menegaskan Ranperda tersebut diharapkan menjadi landasan hukum yang mampu mendorong peningkatan literasi masyarakat secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

“Ranperda ini harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan daerah, sekaligus tetap sinkron dengan aturan nasional. Karena itu setiap pasal harus dibahas secara detail agar implementasinya nanti tepat sasaran,” ujarnya.

Rapat juga membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan peran komunitas literasi, perguruan tinggi, keluarga, perpustakaan keliling, hingga pengaturan mengenai Bunda Literasi.

Tenaga Ahli Pansus, Dr. Arif Rohman, menyampaikan bahwa Ranperda perlu membuka ruang keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pengembangan literasi di daerah.

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara menyampaikan bahwa implementasi budaya literasi di lingkungan pendidikan pada dasarnya telah berjalan dengan baik, termasuk melalui pembinaan perpustakaan sekolah yang berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Pansus IV juga menyepakati perlunya penguatan aspek pengawasan dalam Ranperda agar implementasi kebijakan nantinya berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Selanjutnya, penyempurnaan substansi Ranperda akan dilanjutkan bersama Tim INOVASI, tenaga ahli, dan Biro Hukum sebelum memasuki tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM di Samarinda.

(Humas DPRD Kaltara)