Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Seluruh Pejabat Perangkat Daerah Diminta Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Denny Harianto, S.E., M.M. meminta seluruh pejabat perangkat daerah untuk tidak melakukan perjalanan dinas sementara waktu. Hal ini bertujuan untuk mendukung proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kaltara.

“Saya mendapat arahan langsung dari Bapak Gubernur, selama pemeriksaan semua pejabat yang dibutuhkan agar tidak meninggalkan tempat. Kalau terpaksa meninggalkan, harus seizin Bapak Gubernur,” kata Denny saat Entry Briefing Pemeriksaan Interim atas Laporan Keuangan Pemprov Kaltara Tahun 2025”, oleh BPK Perwakilan Provinsi Kaltara, di Ruang Rapat Lantai 5 Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (10/2).

Menurutnya, Entry Briefing menjadi tahapan awal pemeriksaan terhadap pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan Pemprov Kaltara.

Ia menyebutkan, Pemprov Kaltara telah sebelas kali berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI dan capaian tersebut harus terus dipertahankan.

“Ini menjadi komitmen Pemprov Kaltara untuk terus meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah,” ujar Sekprov.

Dalam kesempatan itu, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk menyajikan laporan keuangan yang transparan, akuntabel dan sesuai standar.

Selanjutnya, Sekprov Denny juga menyambut baik kehadiran tim BPK Perwakilan Kaltara yang dipimpin Christian Tricahyono, serta memastikan seluruh dokumen dan data yang diminta akan disampaikan tepat waktu.

Ia menambahkan, Pemprov Kaltara juga akan meningkatkan pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam penyusunan laporan keuangan.

Menutup arahannya, Denny mengajak seluruh perangkat daerah menunjukkan komitmen bersama terhadap penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025, termasuk menindaklanjuti seluruh hasil pemeriksaan BPK sebelumnya.

“Mohon komitmen bapak ibu semua terhadap LKPD Tahun 2025 dan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK,” pungkasnya.

(dkisp)

Gubernur Harapkan Program Pokir DPRD Dapat Jadi Instrumen Pembangunan

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menegaskan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 harus dilakukan lebih terukur dan realistis, seiring kondisi fiskal daerah.

Karena itu, ia memastikan agar Program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dapat menjadi instrumen pembangunan yang akuntabel.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat membuka kegiatan “Sosialisasi Kamus Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Tahun 2027 dan Pembahasan Mekanisme Integrasi Pokir dalam Dokumen Perencanaan Daerah dan Perangkat Daerah”, digelar di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (10/2).

Gubernur menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara telah menyiapkan mekanisme integrasi Pokir DPRD melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), agar seluruh aspirasi yang masuk tetap sejalan dengan koridor perencanaan teknokratis.

Dalam RKPD 2027, pembangunan Kaltara akan difokuskan pada delapan pilar unggulan, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur konektivitas antarwilayah, serta pengembangan ekonomi hijau dan biru yang berkelanjutan.

“Kita harus memastikan setiap usulan selaras dengan sasaran pembangunan dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” ujar Zainal.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap sistem Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya pada area perencanaan dan penganggaran.

Penggunaan Kamus Pokir, lanjutnya menjadi filter aspirasi masyarakat agar tetap berada dalam koridor hukum, serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Dengan kemampuan fiskal yang terbatas, Gubernur berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan di Bumi Benuanta.

“Pembangunan Kalimantan Utara harus berjalan linier dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar keinginan sesaat, demi terciptanya pembangunan yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

(dkisp)

Sambut Ramadhan 2026, Kodim 0911/Nunukan Gelar Gerakan Indonesia Asri di Masjid Islamic Center

NUNUKAN – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Kodim 0911/Nunukan menggelar kegiatan Gerakan Indonesia Asri yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Masjid Islamic Center Nunukan, Jalan Sei Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan.

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian TNI bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, khususnya menjelang bulan penuh berkah.

Gerakan Indonesia Asri melibatkan berbagai unsur personel, di antaranya Satgas Pamtas : 10 orang, Lanal : 10 orang, Brimob : 10 orang, Polres : 10 orang, Kecamatan Nunukan Selatan : 10 orang, Kelurahan Mansapa : 10 orang, Satpol PP : 10 orang dan dari Lapas Nunukan : 25 orang

Total puluhan personel turun langsung melaksanakan aksi bersih-bersih di area masjid dan lingkungan sekitarnya, mulai dari pembersihan halaman, saluran air, hingga penataan area ibadah.

Komandan Kodim 0911/Nunukan dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih lingkungan, tetapi juga bagian dari pembinaan teritorial dan penguatan sinergitas antar instansi.

“Gerakan Indonesia Asri ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami terhadap kebersihan lingkungan, khususnya tempat ibadah yang akan digunakan masyarakat dalam menyambut dan menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Kami ingin memastikan umat Muslim dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk,” ujar Dandim 0911/Nunukan.

Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, sehingga momentum menjelang Ramadhan ini menjadi waktu yang tepat untuk bersama-sama memperkuat semangat gotong royong.

“Melalui kegiatan ini, kami juga ingin menumbuhkan kembali budaya gotong royong serta mempererat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita dalam menjaga Nunukan tetap aman, bersih, dan harmonis,” tambahnya.

Diharapkan, Gerakan Indonesia Asri ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya menjelang Ramadhan, tetapi sebagai budaya hidup sehari-hari. (*)

Antisipasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga, Polres Nunukan Bersinergi Lakukan Pengecekan Sembako

NUNUKAN – Satreskrim Polres Nunukan melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) bersama Dinas Perdagangan serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan melaksanakan kegiatan pengecekan ketersediaan dan stok bahan kebutuhan pokok (sembako) di wilayah Kabupaten Nunukan, Senin (09/01/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah preventif Polri dalam menjaga stabilitas pangan serta mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan lonjakan harga bahan pokok di pasaran.

Kegiatan pengecekan dipimpin langsung oleh Kanit Tipidter Satreskrim Polres Nunukan, Ipda Bilal Brata, S.Tr.K., dan melibatkan personel dari lintas instansi terkait. Adapun lokasi yang menjadi sasaran pengecekan meliputi Toko Amanah yang berada di Pasar Inhutani, Jalan Pasar Sentral, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan, Distributor Beras CV. Kemakmuran di Jalan Tanjung, Kelurahan Nunukan Barat, serta Toko Mitra Jaya yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan stok sembako, khususnya beras, minyak goreng, gula pasir, dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan terhadap mekanisme distribusi barang dari distributor ke pengecer guna memastikan penyaluran berjalan dengan lancar dan tidak terjadi hambatan distribusi.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Nunukan Ipda Bilal Brata, S.Tr.K., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergitas antara Polri dan instansi terkait dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Nunukan. Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memberikan rasa aman, khususnya dalam hal ketersediaan bahan kebutuhan pokok.

“Berdasarkan hasil pengecekan yang kami lakukan di lapangan, stok kebutuhan bahan pokok di wilayah Kabupaten Nunukan saat ini masih dalam kondisi aman, stabil, dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Distribusi barang juga berjalan normal karena akses dan jalur masuk kapal pengangkut logistik ke Kabupaten Nunukan tidak mengalami kendala,” ujar Ipda Bilal.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara berkala bersama instansi terkait guna mengantisipasi adanya praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, Polres Nunukan akan menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada para pedagang dan pelaku usaha agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku, tidak melakukan penimbunan barang, serta menjual bahan kebutuhan pokok sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Melalui kegiatan pengecekan ini, Polres Nunukan berharap stabilitas ketersediaan dan harga bahan kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Nunukan dapat terus terjaga. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, serta berperan aktif menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. (*)

Rapimwil TBBR Kaltara, Gubernur Dorong Sinergi Adat dan Pembangunan

MALINAU – Iringan tarian adat Dayak dan nuansa alam Malinau menyambut kedatangan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kaltara, Senin (9/2) pagi.

Bertempat di Tajan Frank Park, kegiatan ini turut dihadiri Bupati Malinau Wempi M. Mawa, S.E., M.H., unsur Forkopimda, tokoh adat serta jajaran pengurus TBBR dari berbagai daerah di Kaltara.

Dalam suasana yang kental dengan nilai budaya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rapimwil sebagai ruang konsolidasi organisasi adat Dayak.

Ia menegaskan bahwa organisasi adat tidak hanya berperan menjaga tradisi dan melestarikan budaya, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

“Organisasi adat punya posisi penting untuk menciptakan keharmonisan di tengah keberagaman,” kata Zainal.

Menurut Zainal, Rapimwil DPW TBBR Kaltara ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program kerja organisasi adat dengan arah kebijakan pembangunan daerah, agar adat dan tradisi tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Peran organisasi adat harus terus berjalan seiring perubahan zaman, supaya adat tidak hilang dimakan waktu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan anggota TBBR atas kontribusinya dalam menjaga nilai kebersamaan dan memperkuat identitas budaya Dayak di Bumi Benuanta.

Usai sambutan, Zainal secara simbolis membuka Rakerwil TBBR Kaltara dengan memukul gong, didampingi Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) TBBR James Mark, Ketua DPW TBBR Kaltara Mangku Muriono, Bupati Malinau dan para tamu undangan.

(dkisp)