Perkuat Integritas, OKK Ke-II PWI Nunukan Cetak Wartawan Baru

NUNUKAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Ke-II, Minggu (8/12/2024) di Ballroom Lenfin Hotel.

Belasan wartawan Nunukan dan utusan calon wartawan desa, hadir dalam kegiatan yang dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Hasan Basri Mursali ini.

“OKK merupakan wadah penguatan organisasi dan peningkatan integritas seorang wartawan. Kita juga sedang mempersiapkan wartawan-wartawan baru di tingkat desa,” ungkap Ketua Panitia OKK PWI Nunukan, Norasima.

Menurutnya, sebelum melaksanakan OKK, PWI Nunukan sudah lebih dulu menggelar Pelatihan Literasi dan Wartawan Desa (PLWD) 2024 di sejumlah desa Pulau Sebatik.

Selanjutnya, peserta PLWD kemudian di undang bergabung mengikuti OKK bersama belasan wartawan Nunukan yang telah selesai mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua PWI Nunukan Taslee mengatakan, OKK bertujuan memberikan pemahaman yang mendalam tentang etika dan profesionalisme seseorang berkecimpung di dunia jurnalistik.

Selain itu, PWI Nunukan mendorong munculnya calon wartawan-wartawan baru di tingkat desa. “OKK adalah kegiatan penting yang wajib diikuti seluruh wartawan baik yang belum maupun yang telah bergabung di PWI,” tegas Taslee.

Kepala Badan Kesbangpol Nunukan, Hasan Basri Mursali menyampaikan, peran PWI di tengah masyarakat sangat strategis sebagai penghubung aspirasi mereka kepada pemerintah.

Dia memandang pelaksanaan OKK sebagai bentuk keseriusan PWI dalam menyiapkan SDM wartawan yang beintegritas dan profesional sebagai bekal di lapangan.

“Selamat mengikuti kegiatan OKK kepada rekan-rekan semua. Profesi wartawan itu mulia. Karena peran mereka adalah mata dan telinga masyarakat. Wartawan pula yang menjadi penghubung aspirasi masyarakat terhadap pemerintah,” ucap Hasan Basri.

OKK ke-II PWI Nunukan menghadirkan tiga narasumber dengan materi meliputi, sejarah organisasi PWI, Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Pokok Pers Nomor 40/1999.

(tim)

Diikuti 118 Peserta, Gelaran Turnamen Tenis Meja se-Kabupaten Nunukan tahun 2024 Resmi Berakhir

NUNUKAN – Berlangsung di Gedung Inhutani selama tiga hari, mulai tanggal 22 hingga 24 November, gelaran Turnamen Tenis Meja antar Pelajar dan Umum se-Kabupaten Nunukan tahun 2024 kini resmi berakhir.

Turnamen yang diprakarsai oleh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kab.Nunukan dan Persatuan Tenis Meja (PTM) Ambalat Nunukan mendapatkan antusias dari masyarakat, mulai dari kalangan pelajar hingga penggiat olahraga tersebut dengan diikuti sebanyak 118 peserta.

Diberitakan sebelumnya, kompetisi yang telah lama vakum tersebut mempertandingkan kategori tunggal putra putri pelajar U-15 dan U-18, lalu tunggal putra putri serta pasangan ganda umum.

Kemudian, pertandingan utama yakni playoff juara 3 dan partai final mempertemukan peserta terbaik dari masing-masing kategori diantaranya ;

  • Tunggal U-15
    – Partai Final, Muh. Rafah Mandala Putra vs Muh. Andi Al-Fiqri Lamo.
    – Playoff Juara Ketiga, Nur Rahmatullah vs Simon.
  • Tunggal U-18
    – Partai Final, Adnan Buyung Junaidy vs Muh. Asfi
    – Playoff Juara Ketiga, Muh. Zacky Al-Mahdaly vs Zhafirah
  • Tunggal Umum
    – Partai Final, Yosep Ananda vs Didi Suhardi
    – Playoff Juara Ketiga, Muh. Fachrozie vs Syahril Suyuti
  • Ganda Umum

– Partai Final, Tim Duo Jabug vs Tim PorProv

-Playoff Juara Ketiga, Tim Piranha vs Tim Tempakul

Tensi partai puncak dari setiap kategori berlangsung dengan sengit, adu jual beli serangan menjadi sebuah atraksi olahraga yang menghibur bagi para penonton ataupun penggiat tenis meja yang hadir menyaksikan pertandingan tersebut hingga akhirnya terpilih pemenang juara I, II dan III pada setiap kelompok umur.

Salah satu peserta yang menjuarai turnamen tenis meja dari kategori pelajar U-18, Adnan Buyung Junaidy tidak dapat menahan perasaan bahagianya saat keluar sebagai pemenang dan mengungkapkan sebelumnya telah banyak mengikuti ajang kompetisi tingkat daerah maupun nasional.

“Saya sangat senang bisa menjadi juara 1 di turnamen tenis meja pelajar di Kab. Nunukan, sebelumnya juga sudah pernah ikut turnamen pelajar di tingkat provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) hingga tingkat Nasional,” ucap Adnan Buyung di Gedung Inhutani, Minggu (24/11/2024) malam.

Lebih lanjut, Adnan Buyung menuturkan sejak usia dini telah mengikuti olahraga tenis meja dan Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta yang belum berhasil menjadi juara untuk tetap berlatih.

“Saya sudah lama ikut tenis meja, sejak dibangku kelas 2 SD, juga saya sampaikan untuk teman-teman yang belum berhasil, tetap semangat dan terus berlatih,” tuturnya.

Bersama dengan Itu, Wakil Ketua PTMSI Kab. Nunukan, Muhammad Ilyas berpesan kepada para pencinta olahraga tenis meja dapat terus kembali aktif mengikuti kegiatan tenis meja kedepannya.

“Karena antusias dari pendaftar terbukti dengan 118 peserta, pesannya kepada beliau-beliau yang dulunya vakum dapat kembali aktif terutama disini (PTM Ambalat) karena kita buka latihan bersama secara umum setiap 3 minggu sekali,” ucap Muhammad Ilyas.

Selanjutnya, PTMSI akan melakukan koordinasi bersama KONI untuk berusaha lebih intens menggelar turnamen lanjutan tenis meja di Kab. Nunukan.

“Kita bisa lihat antusias masyarakat luar biasa, oleh karena itu saya akan berkoordinasi ke KONI Kab. Nunukan agar kegiatan seperti ini kalau bisa per semester dapat diadakan sekali guna menumbuhkan minat dari pelajar maupun penggiat tenis meja umum,” tutur Muhammad Ilyas.

Melalui turnamen ini dirinya berharap agar kedepan semakin banyak bibit-bibit unggul dari kalangan pelajar dan sekolah dapat berkoordinasi dengan PTMSI ataupun PTM Ambalat untuk pembinaan.

Selain itu, Wakil Ketua PTMSi tersebut sangat mengharapkan pemerintah daerah dapat menggelar kembali ajang komepetisi Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab), dimana sebagai kalender kompetisi terbesar turnamen tenis meja di Nunukan.

“Kami sangat berharap melalui KONI termasuk Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olaharaga Kabupaten sekiranya bisa menghidupkan kembali yang namanya Porkab, karena Porkab merupakan ajang tenis meja yang terbesar di Kabupaten, dimana sudah sekitar 10 tahun tidak diadakan,” harap Wakil Ketua PTMSI Kab. Nunukan.

Adapun berikut para pemenang turnamen tenis meja antar pelajar dan umum se-Kab. Nunukan dari masing-masing kategori, antara lain:

  • Tunggal U-15
    1. Muh. Rafah Mandala Putra
    2. Muh. Andi Al-Fiqri Lamo
    3. Nur Rahmatullah
  • Tunggal U-18
    1. Adnan Buyung Junaidy
    2. Muh. Asfi
    3. Muh. Zacky Al-Mahdaly
  • Tunggal Umum
    1. Yosep Ananda
    2. Didi Suhardi
    3. Syahril Suyuti
  • Ganda Umum
    1. Tim Duo Jabug
    2. Tim PorProv
    3. Tim Piranha

(nam/nam)

Hari Kedua, Turnamen Tenis Meja se-Kabupaten Nunukan 2024 Capai Babak Semifinal Pelajar dan 16 Besar Tunggal Umum

NUNUKAN – Turnamen olahraga Tenis Meja se-Kabupaten Nunukan tahun 2024 yang digelar oleh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Nunukan dan Persatuan Tenis Meja (PTM) Ambalat Nunukan memasuki setengah kompetisi pada hari kedua pergelaran.

Turnamen tersebut telah mencapai babak semifinal kategori pelajar U-15 dan U-18, lalu perdelapanfinal kategori tunggal umum dan ronde 8 besar untuk ganda umum.

Dengan menggunakan sistem gugur akhirnya pada hari pertama, kategori U-15 dan U-18 memasuki babak semifinal dengan mempertemukan 4 pelajar terbaik dan akan berlangsung pada hari ketiga yakni Minggu, 24 November 2024.

Sama halnya dengan kategori pelajar, babak 16 besar tunggal umum dan perempatfinal ganda umum juga akan digelar pada hari terakhir turnamen.

Saat ditemui, salah satu peserta dari kategori tunggal dan pasangan umum, Muhammad Adhe Fachriady berterima kasih atas diadakannya kembali turnamen tenis meja di Kab. Nunukan.

“Terima kasih yang paling pertama saya ucapkan tentunya kepada penyelenggara, karena telah kembali lagi menggelar turnamen tenis meja seperti ini, dimana yang pasti sudah ditunggu-tunggu oleh peminat olahraga tenis meja di Nunukan,” ungkapnya di Gedung Inhutani, Sabtu (23/11/2024).

Kemudian, pemuda yang kerap disapa Adhe tersebut juga menerangkan bahwa dirinya baru kembali lagi bermain ataupun melakukan pertandingan setelah sekian lama tidak ikut dikarenakan kurangnya kompetisi dan faktor waktu.

“Kompetisi ini saya ikut lagi karena memang mungkin baru ada lagi kan terus juga sibuk di usaha kecil-kecilan padahal sebenarnya sudah lama tidak pernah main, jadi ya coba-coba walaupun sudah mengenyam olahraga ini dari kecil, karena orang tua juga peminat tenis meja soalnya,” sebut Adhe.

Bersama dengan itu, Ia berharap dapat memenangkan kompetisi dengan usaha dan hasil yang maksimal.

“Bersyukur bisa sampai tahap ini, kita coba maksimal saja untuk bisa menang, yang penting berusaha sekuat tenaga dan fokus saja dulu di setiap pertandingan,” harap Adhe.

Adapun pada hari ketiga, seluruh rangkaian turnamen akan berakhir bersama dengan partai final hingga para peserta berusaha melakukan yang terbaik agar dapat memperebutkan posisi juara III, II dan I pada masing-masing kategori.

(nam/nam)

Sempat Lama Vakum, Turnamen Tenis Meja se-Kabupaten Nunukan Kembali Digelar

NUNUKAN – Bertempat di Gedung Inhutani, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Nunukan yang didukung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kab. Nunukan dan Persatuan Tenis Meja (PTM) Ambalat Nunukan, menggelar pembukaan Turnamen Tenis Meja antar Pelajar dan Umum se-Kab. Nunukan tahun 2024, Jumat (22/11/2024) pagi.

Turnamen tersebut akan bergulir selama 3 hari mulai tanggal 22 hingga 24 November dengan mempertandingkan kategori tunggal, putra serta putri untuk U-15, U-18 dan tunggal putra putri  umum dan ganda putra umum dengan diikuti total 118 peserta, dimana sebagian besar pelajar berasal dari SMPN/Sederajat dan SMAN/Sederajat di Kab. Nunukan.

Keseluruhan peserta diantaranya U-15 Putra sebanyak 10 peserta, U-15 Putri 1 peserta, U-18 Putra total 17 peserta, U-18 Putri sejumlah 3 peserta, Umum Putra sebanyak 42 peserta, Umum Putri dengan 5 orang peserta dan Umum ganda sebanyak 25 pasangan.

Selaku Wakil Ketua PTMSI Kab. Nunukan, Muhammad Ilyas berterima kasih kepada KONI dan pihak-pihak lainnya hingga kegiatan turnamen yang telah lama vakum dapat kembali digelar.

“Kami PTMSI sangat berterima kasih kepada KONI Kab. Nunukan yang pada akhirnya kita diberikan bantuan berupa pembiayaan bersama dengan PTM Ambalat dan teman-teman yang telah membantu sehingga turnamen yang telah lama vakum dapat terselenggara hari ini,” ucap Muhammad Ilyas yang juga membuka kegiatan turnamen.

Menurutnya, antusias pelajar dan masyarakat sangat luar biasa, dimana terlihat dari jumlah pendaftar peserta turnamen tenis meja.

“Antusias masyarakat luar biasa, bahkan saya dengar dari teman-teman panitia, jikalau batas waktu pendaftaran tidak ditutup maka bisa lebih dari 118 peserta, maka dari itu kedepan PTMSI akan berkoordinasi dengan KONI, bagaimana tenis meja dapat diberikan fasilitas untuk pembinaan atlet-atlet terutama para pelajar,” ungkapnya.

Melalui turnamen ini, PTMSI akan melakukan evaluasi dalam rangka membuat program pada olahraga tenis meja di Kab. Nunukan dengan rencana jangka pendek yakni meninjau kalender kompetisi, lalu rencana jangka menengah, mendukung pembinaan atlet dari semua kelompok usia dan terakhir rencana jangka panjang yaitu pembinaan yang dapat bersaing ataupun berkompetisi di tingkat provinsi, Nasional dan Internasional.

Lebih lanjut, Muhammad Ilyas menyampaikan turnamen tenis meja di Kab. Nunukan telah lama tidak digelar akibat kepengurusan PTMSI yang sempat vakum dan faktor ditiadakan kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) untuk cabor tenis meja.

“Faktornya akibat kepengurusan PTMSI yang sempat vakum di tahun 2019 dan terbentuk kembali pada tahun 2022 diperbarui oleh KONI, termasuk salah satunya yakni ditiadakannya kegiatan O2SN cabor tenis meja, dimana itu sebagai acuan kalender kompetisi pelajar,” jelas Muhammad Ilyas.

Wakil Ketua PTMSI tersebut mengatakan kedepan akan terus memberikan support terhadap tempat pembinaan atlet tenis meja.

“Kita bersyukur bahwa tenis meja masih eksis pada kalangan pelajar, selanjutnya PTMSI akan mensupport klub-klub yangasih eksis membina tenis meja di Kab. Nunukan seperti PTM Ambalat ini,” kata Wakil Ketua PTMSI Kab. Nunukan.

Bersama dengan itu, Ketua Panitia kegiatan Turnamen Tenis Meja, Didi Suhardi menyebutkan telah berkoordinasi ke tiap sekolah dan kecamatan untuk para peserta agar dapat mengikuti kegiatan turnamen.

“Sebelumnya kita sudah menyurat ke tiap sekolah dan kecamatan untuk mencari para peserta, dan bukan hanya sampai disitu, tentu tujuannya agar bisa mencari atlet-atlet yang bisa dilakukan pembinaan,” tutur Didi Suhardi.

Kemudian, dirinya menyebutkan bahwa anggaran kegiatan berasal dari KONI dan swasembada dari teman-teman PTMSI.

“Tahun ini kita dicairkan sekitar 20 Jutaan dan dibantu dengan swadaya pagu dari teman-teman PTMSI, dimana antusias mereka juga sangat luar biasa dalam menyukseskan kegiatan ini,” imbuhnya.

Adapun turnamen dilakukan dengan beberapa sistem diantaranya untuk U-15 dan U-18 langsung menggunakan sistem gugur, sedangkan tunggal dan ganda umum dengan sistem pool lalu dilanjutkan melalu sistem gugur untuk memperebutkan juara I, II serta III.

(nam/nam)

Balai Guru Penggerak Provinsi Kaltara Selenggarakan Lokakarya 7 “Panen Hasil Belajar” PGP Angkatan 10 Reguler di Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemedikbudristek) dan Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Utara menyelenggarakan Lokakarya 7 “Panen Hasil Belajar” Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 10 Reguler Se Kab. Nunukan. Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Nunukan Akhmad yang mewakili Bupati Nunukan. 

Program Pendidikan guru penggerak angkatan 10 ini berlangsung di ruang aula pertemuan Lantai V Kantor Bupati Nunukan , Sabtu (26/10).

Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 Kabupaten Nunukan kali ini mengambil tema “Panen Hasil Belajar”. Hadir dalam Festival ini dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kaltara, Pengawas Sekolah Kab. Nunukan, Para Kepala Sekolah di Kab. Nunukan.

Setelah melalui pendidikan 8 bulan dengan metode pelatihan dalam jaringan (daring) serta tatap muka, lokakarya, dan pendampingan individu ditetapkan 24 peserta sebagai calon Pendidikan Guru Penggerak angkatan 10 Reguler, yang terdiri dari guru SD, SMP, dan SMA.

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang diwakili Kepala Dinas pendidikan Kab. Nunukan Akhmad menyampaikan bahwa pendidikan guru penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.

Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan.

Hasil yang ingin dicapai dari pembelajaran yang dilakukan kepada calon guru penggerak itu sendiri diantaranya adalah calon guru penggerak mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi kritis atas hubungan nilai- nilai tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional saat ini.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan calon guru penggerak mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif, serta calon guru mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan.

“Dengan melihat dan memahami definisi, serta tujuan yang ingin dicapai dari guru penggerak ini maka kita bisa memiliki gambaran sebuah mekanisme dan upaya dari pemerintah untuk mewujudkan guru yang semakin profesional, berkarakter pendidik, dan memiliki keinginan yang tinggi untuk para murid yang semakin berkualitas,” Ujarnya.

 

Pemerintah daerah Kabupaten Nunukan sendiri hingga saat ini terus menerus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas para pendidik yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Nunukan, dengan berbagai macam program kegiatan yang bersifat pengayaan profesi.

“Oleh karenanya, saya menyambut baik apa yang dilakukan oleh balai guru penggerak provinsi Kalimantan Utara dengan menggelar lokakarya ini.

Saya berharap segala program dan kegiatan, termasuk juga lokakarya ini benar benar dilakukan untuk mewujudkan kualitas para pendidikan yang mumpuni yang kedepannya adalah tercipta sebuah ekosistem pendidikan yang berkualitas yang tentunya muaranya adalah terwujudnya siswa siswi yang juga berkualitas juga,”Tambahnya.

Selanjutnya, Bupati dalam sambutan tertulisnya bermimpi ekosistem pendidikan di wilayah kita ini, khususnya di Kalimantan Utara dan Kabupaten Nunukan diisi oleh pelaku-pelaku pendidikan yang benar-benar menyelami, membumi dan berkarakter.

“Apabila hal itu bisa terwujud saya percaya semua hal yang terkait dengan pendidikan formal atapun non formal yang akan diterima oleh masyarakat semakin baik dan berkesinambungan”, tambahnya.

Pada kesempatan ini Bupati mengajak untuk membulatkan tekad bersama membangun daerah dimulai dengan meningkatkan kualitas dan profesionalisme para pendidiknya.

” Semoga apa yang kita lakukan ini benar benar bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten nunukan dalam rangka untuk mewujudkan generasi emas 2045.’, ujarnya.

(PROKOMPIM)