TARAKAN – Memasuki puncak arus lebaran, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) yang diwakili Plh. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Dr. Bustan, S.E., M.Si., memantau arus mudik di Pos Pelayanan Terpadu di Pelabuhan Tengkayu 1/SDF dan Pelabuhan Malundung pada Jumat (28/3) pagi.
Selain Bustan, turut menyertai kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP, M.Si., Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kaltara Hj. Hasriyani, SH., MM beserta jajaran OPD terkait.
Hasil pemantauan di Pelabuhan Tengkayu 1/SDF dan Pelabuhan Malundung cukup ramai dan lancar, dalam kesempatan ini Bustan berdialog kepada penumpang yang sedang menunggu keberangkatan.
Bustan menyebutkan sarana prasarana Pelabuhan Tengkayu 1/SDF sudah semakin baik, kenyamanan dan pengaturan pedagang dan sirkulasi penumpang. “Namun ada sedikit dari informasi pelabuhan bahwa ada penurunan 11 persen dari tahun sebelumnya,” kata Bustan.
Menurutnya ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan masyarakat menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan mudik, jadi ini menjadi perbedaan dengan tahun lalu, yakni menurun menjadi 11 persen para pemudik di Pelabuhan Tengkayu 1.
Kemudian pada kesiapan armada speedboat cukup baik di tahun 2025. Ia merasa di tahun lalu hanya 48 armada speedboat yang beroperasi, tapi di tahun ini sudah dipersiapkan dengan sangat baik dan matang.
“Ada kurang lebih 51 armada speedboat reguler dari Tarakan ke Tanjung Selor, dari Tarakan ke Nunukan, dari Tarakan ke Pulau Bunyu, dari Tarakan ke Malinau kurang lebih 51 armada,” jelasnya.
Selanjutnya, Bustan berpesan kepada petugas pos pelayanan terpadu dan seluruh moda transportasi laut untuk selalu mengecek kondisi pelampung, kehandalan mesin, bahan bakar minyak (bbm). Ia mengingatkan jangan sampai terjadi mesin mati ditengah laut, serta menghadapi kondisi ombak besar dibutuhkan bbm yang lebih banyak.
“Insyaallah bagi masyarakat yang ingin mudik dari sisi armada transportasi siap, yang saya lihat hasil kunjungan saya langsung bukan hanya pelabuhan tapi moda transportasi representatif,” pungkasnya.
(dkisp)